Folk Me Up IV Tutup Proyek Monumen Ingatan, Musik Jadi Ruang Merawat Memori Kota Semarang

2 days ago 4

Selasa, 04 Agustus 2026 – 20:05 WIB

Folk Me Up IV Tutup Proyek Monumen Ingatan, Musik Jadi Ruang Merawat Memori Kota Semarang - JPNN.com Jateng

Hysteria Artlab menutup Proyek Monumen Ingatan lewat Folk Me Up IV. Musik folk menjadi medium menghidupkan kembali memori Bong Pay dan sejarah Kota Semarang. Foto: Dokumentasi untuk JPNN

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Musik folk tak sekadar menjadi hiburan dalam gelaran Folk Me Up IV. Di tangan Hysteria Artlab, alunan lagu berubah menjadi ruang untuk merawat ingatan kolektif tentang sejarah Kota Semarang yang perlahan memudar.

Mengusung tema "Kawan Lama", Folk Me Up IV menjadi penutup rangkaian Proyek Monumen Ingatan: Risalah Kota yang digelar di EDMUND Coffee and Meals, Kamis (30/7). Tiga penampil, yakni Pito Doannesta, Swaranabya, dan Biscuitime, menghadirkan repertoar yang mengajak penonton menengok kembali kenangan, selaras dengan semangat proyek yang berupaya menghidupkan kembali memori mengenai Bong Pay, salah satu objek diduga cagar budaya (ODCB) di Semarang.

Selama beberapa waktu terakhir, Proyek Monumen Ingatan tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga riset, diskusi, pemutaran film dokumenter, pameran seni, lokakarya hanzi, hingga kegiatan memasak bersama. Seluruh rangkaian itu dirancang untuk membuka kembali percakapan mengenai jejak sejarah yang mulai terlupakan di tengah laju modernisasi kota.

Grup musik Swaranabya menjadi salah satu penampil yang membawa nuansa reflektif melalui lagu-lagu seperti Ibu adalah Laut dan Bangun Tengah Malam. Kedua karya tersebut merupakan musikalisasi puisi yang lahir dari kegelisahan terhadap ingatan, kehilangan, dan perjalanan waktu.

Personel Swaranabya Ipank Arsyad menilai tema yang diangkat dalam Folk Me Up IV memiliki irisan kuat dengan riset mengenai Bong Pay.

"Spiritnya sama, yaitu mengenang kembali. Ada hal-hal yang menarik di masa lalu, tetapi tantangannya bagaimana membuatnya tetap bermakna dan relevan bagi masyarakat sekarang," ujarnya.

Bagi para musisi, Folk Me Up IV juga menjadi ruang pertemuan lintas komunitas. Gitaris Swaranabya, Tri Setyawan atau Iwan, mengapresiasi Hysteria Artlab karena mampu mempertemukan seniman, peneliti, dan pegiat budaya dalam satu forum.

"Seniman dan periset bisa bertemu dalam satu wadah. Semoga ruang seperti ini semakin banyak," katanya.

Hysteria Artlab menutup Proyek Monumen Ingatan lewat Folk Me Up IV. Musik folk menjadi medium menghidupkan kembali memori Bong Pay dan sejarah Kota Semarang.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |