jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merilis laporan terbaru mengenai aktivitas Gunung Merapi untuk periode pengamatan Rabu, 9 September 2026 pukul 00.00–24.00 WIB.
Berdasarkan data pemantauan, tingkat aktivitas Gunung Merapi hingga saat ini masih dipertahankan pada Level III (Siaga).
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengungkapkan bahwa suplai magma di dalam tubuh gunung api yang terletak di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah itu masih terus berlangsung.
Kondisi ini dinilai berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran (APG) di dalam daerah potensi bahaya.
"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," ujar Agus Budi Santoso dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/9).
Sepanjang hari Rabu, kondisi meteorologi di sekitar Gunung Merapi tercatat mendung dengan angin bertiup tenang ke arah timur.
Suhu udara berada pada kisaran 16,3 hingga 22,7 derajat celsius, kelembaban udara 81,7–98,89 persen, serta tekanan udara berkisar antara 873,4–919 mmHg.
Dari pengamatan visual, Gunung Merapi dominan diselimuti kabut level 0 hingga III, sementara asap dari kawah puncak tidak teramati (nihil).






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)












