Juli 2026 Jadi yang Terkering Sejak 1991, Ancaman Kemarau Ekstrem Nyata

2 days ago 4

Selasa, 04 Agustus 2026 – 18:27 WIB

Juli 2026 Jadi yang Terkering Sejak 1991, Ancaman Kemarau Ekstrem Nyata - JPNN.com Bali

Ilustrasi kekeringan pada musim kemarau. Foto: Antara/HO

bali.jpnn.com, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi Juli 2026 menjadi bulan Juli terkering di Indonesia dalam 35 tahun terakhir.

Fenomena ini dipicu oleh duet mematikan dua krisis iklim, yakni menguatnya El Nino dan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

Menurut Pelaksana Tugas Deputi Bidang Klimatologi BMKG Fachri Radjab, kombinasi El Nino kuat di Samudera Pasifik dan IOD positif di Samudera Hindia secara bersamaan menekan pembentukan awan hujan di seluruh wilayah Indonesia.

"Rata-rata curah hujan nasional pada Juli 2026 menempati peringkat pertama sebagai yang terkering sejak tercatat pada 1991," ujar Fachri Radjab, Selasa (4/8).

Fachri Radjab mengatakan ancaman kemarau ini diperkirakan belum mencapai puncaknya.

BMKG memproyeksikan El Nino berpeluang 75 persen menguat ke kategori sangat kuat pada rentang Agustus hingga Oktober 2026.

"Aktifnya dua fenomena ini sekaligus di sisi timur dan barat Indonesia harus menjadi perhatian serius.

Kita perlu memperkuat langkah antisipasi dampak kekeringan selama periode musim kemarau ini," kata Fachri Radjab dilansir dari Antara.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi Juli 2026 menjadi bulan Juli terkering di Indonesia dalam 35 tahun terakhir.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |