bali.jpnn.com, DENPASAR - Bukannya untung, tetapi malah buntung.
Itulah yang dialami Bali United saat menjamu PSS Sleman pada laga perdana kompetisi Super League 2026-2027, Jumat (4/9) lalu.
Meski pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, itu dipadati ribuan suporter, tetapi pil pahit harus ditelan Bali United.
Berdasar rilis terbaru, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi denda gila-gilaan kepada Bali United.
Pemicunya karena ada suporter yang menyalakan petasan pada laga Bali United versus PSS Sleman.
“Bali United mendapatkan sanksi dari Komdis PSSI terkait adanya penyalaan petasan di pertandingan kontra PSS Sleman,” tulis Bali United di akun media sosial klub.
Momen suporter menyalakan petasan versi Komdis PSSI terjadi pada menit ke-82, pada saat tuan rumah unggul 2 – 0 berkat gol Teppei Yachida dan Queveen.
“Pelanggaran itu berbuah sanksi denda senilai Rp60 juta,” tulisnya.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















