jpnn.com, JAKARTA - Pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) soal kekuasaan dan pemilu sempat memunculkan tafsir bahwa Demokrat tengah mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Sorotan itu kemudian mendapat respons langsung dari Prabowo dalam perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat.
Peneliti senior Citra Institute Efriza menilai pidato AHY memang tidak bisa sepenuhnya dilepaskan dari kritik terhadap praktik kekuasaan.
Namun, kritik tersebut masih disampaikan dalam batas normatif.
"Pernyataan AHY punya makna kritik terhadap praktik kekuasaan, tetapi sifatnya masih normatif," kata Efriza kepada JPNN.com, Kamis (10/9).
Menurut dia, Prabowo juga menangkap adanya tafsir publik yang menempatkan pidato AHY sebagai kritik terhadap pemerintah.
Akan tetapi, Prabowo justru menempatkan kritik sebagai bagian dari demokrasi.
Di saat yang sama, Prabowo menegaskan AHY dan Demokrat tetap bekerja bersama pemerintah demi kepentingan rakyat.






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















