Pilot Asing Ditangkap Bawa 25 Kg Ekstasi Ekstasi, Bos Astro Jet Soroti Hal Ini

2 days ago 4

Selasa, 04 Agustus 2026 – 18:00 WIB

Pilot Asing Ditangkap Bawa 25 Kg Ekstasi Ekstasi, Bos Astro Jet Soroti Hal Ini - JPNN.com Jatim

CEO dan Founder Astro Jet Capt Dr Gema Goeyardi. Foto: Source for JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Penangkapan pilot warga negara Malaysia yang diduga menyelundupkan 70.114 butir ekstasi seberat sekitar 25 kilogram ke Indonesia mendapat perhatian dari kalangan penerbangan.

CEO dan Founder Astro Jet Capt Dr Gema Goeyardi menilai kasus tersebut harus dipandang sebagai tindakan kriminal individu dan tidak boleh menjadi alasan untuk menggeneralisasi maupun mendiskriminasi profesi pilot. Menurut dia, kasus tersebut harus diusut tuntas hingga jaringan di balik penyelundupan narkotika terungkap.

"Ini adalah kasus kriminal yang serius dan wajib diusut tuntas sampai ke jaringan di belakangnya. Namun, saya ingin menegaskan jangan jadikan ini preseden seolah-olah profesi pilot identik dengan penyelundupan. Sebaliknya, fokus kita harus pada penguatan sistem dan kolaborasi lintas lembaga tanpa mengorbankan prinsip keselamatan penerbangan," ujar Gema.

Gema mengatakan penindakan terhadap kasus narkotika harus diarahkan untuk membongkar jaringan sekaligus mengevaluasi celah pengawasan di titik keberangkatan maupun kedatangan. Dia menduga kasus penyelundupan narkotika dalam jumlah besar dan dengan pola berulang berpotensi melibatkan jaringan terorganisasi.

"Kasus dengan jumlah besar dan pola berulang biasanya bukan kerja satu orang. Ini mengindikasikan adanya jaringan terorganisir. Karena itu, pendekatan yang tepat adalah memperkuat intelijen, audit prosedur, dan integritas pemeriksaan, bukan menciptakan stigma," tuturnya.

Di sisi lain, Gema mendorong penguatan keamanan bandara dan pemeriksaan terhadap awak pesawat dilakukan secara terukur serta berbasis risiko. Menurut dia, dalam operasional penerbangan terdapat ketentuan batas waktu kerja atau duty time yang harus dipatuhi awak pesawat.

Pemeriksaan yang tidak proporsional, kata Gema, berpotensi menimbulkan keterlambatan hingga kelelahan (fatigue) yang pada akhirnya dapat berdampak terhadap keselamatan penerbangan.

"Keselamatan penerbangan tidak boleh menjadi korban dari ego sektoral. Pengamanan narkotika itu wajib, tetapi harus dijalankan dengan pemahaman menyeluruh tentang operasi penerbangan. Solusinya adalah standarisasi prosedur, random check yang tepat sasaran, dan koordinasi lintas otoritas," ujarnya.

Pilot Malaysia ditangkap membawa 70.114 ekstasi seberat 25 kg. CEO Astro Jet meminta kasus tersebut tak menjadi alasan menstigma profesi pilot.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |