jatim.jpnn.com, SURABAYA - Petugas palang pintu kereta api di Margorejo Yudi mengungkap kronologi pelemparan benda yang diduga bom molotov ke Kantor Pos Polisi Lalu Lintas A Yani Margorejo, Kecamatan Gayungan, Surabaya, Sabtu (15/8) malam.
Yudi yang berada tepat di seberang pos polisi mengaku melihat langsung aksi tersebut. Berdasarkan pengamatannya, pelaku sempat masuk ke sebuah tenda yang berada di samping pos polisi lalu lintas.
Pelaku kemudian menyalakan api sambil tetap berada di atas sepeda motornya. Setelah itu, benda yang diduga molotov tersebut dilemparkan ke arah pintu pos penjagaan.
Yudi memperkirakan aksi tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB.
"Di bawah tenda dia. Posisinya di bawah tenda, ngelemparnya di situ. Enggak (turun). Jadi, menyalakan apinya posisi di atas motor," ujarnya.
Setelah benda tersebut dilempar, Yudi mengaku tidak mendengar suara ledakan.
Dia hanya mendengar suara seperti kaca pecah.
Tak lama kemudian, terlihat api dengan ketinggian hampir satu meter di depan pintu pos.
"Enggak ada suara ledakan. Cuma kayak suara pecah, kaca pecah. Pelaku langsung pergi," tuturnya.
Pelaku kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor. Tidak sampai satu hingga dua menit setelah kejadian, seorang pengendara perempuan yang melintas di kawasan frontage Jalan A Yani berhenti dan berusaha memadamkan api.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















